|
Mengenal
perangkat Upgrade Ponsel
Anda ingin
mengatasi ponsel yang sering hang? Ingin mempercepat
respon ponsel? Ingin mendapatkan beberapa fitur baru? Atau
malah ingin merubah tampilan menu tanpa harus mengganti
ponsel dengan yang baru?
Semua
pertanyaan di atas berkaitan dengan software ponsel. Salah
satu cara menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas, dapat
dilakukan dengan melakukan upgrade firmware.
Pada
dasarnya, ponsel bisa disamakan dengan Personal Computer
(PC), yang memiliki dua bagian penting, yaitu hardware dan
software. Dua bagian ini merupakan satu kesatuan yang utuh,
tidak bisa bekerja sendiri-sendiri.
PC
software terdiri dari sistem operasi dan software aplikasi.
Begitu pula pada ponsel, memiliki sistem operasi dan
aplikasi. Sistem operasi pada ponsel inilah yang dinamakan
firmware, yang merupakan pusat segala sistem operasi.
Sebelum kita membahas lebih jauh kita perlu mengetahui apa
sih yang dimaksud firmware pada ponsel itu?
Firmware adalah suatu software yang disimpan dalam hardware
untuk melakukan pembacaan (reading) dan pengeksekusian suatu
software tertentu tetapi ia tidak dapat dihapus secara
langsung oleh pengguna. Firmware ini disimpan di ROM (Read
Only Memory) yang secara langsung terintegrasi dalam suatu
chip (IC). Terkadang firmware ini juga disimpan dalam EEPROM
(Eraseable Programmable Read Only Memory). Firmware ini
bukanlah suatu software aplikasi.
Keuntungan meng-upgrade firmware diantaranya yaitu, kinerja
sistem operasi menjadi lebih optimal, mendapatkan
fitur-fitur serta aplikasi-aplikasi baru. Selain itu juga
kita dapat memiliki ponsel dengan seri lama tetapi mempunyai
kemampuan, tampilan atau kinerja, layaknya ponsel baru.
Contohnya, ketika kita meng-upgrade ponsel, yang perlu
diperhatikan adalah jenis ponsel yang akan di upgrade dan
software yang disyaratkan untuk meng-upgrade ponsel
tersebut, sebab setiap ponsel memiliki spesifikasi dan jenis
software yang berbeda-beda.
Proses
upgrade ini juga diperuntukkan bagi mereka yang bernyali
besar sebab bila gagal, kemungkinan terburuknya ponsel mati
total.
Nah,
untuk rubrik Klinik kali ini kita akan berkenalan dengan
perangkat-perangkat yang dibutuhkan untuk meng-upgrade
firmware serta hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan bila
kita melakukan upgrade.
1.
NOKIA
Perangkat upgrade, termasuk untuk perbaikan software
ponsel-ponsel Nokia umumnya disebut flasher. Flasher untuk
ponsel Nokia paling banyak tersedia di pasaran. Tapi yang
jelas produk ini buatan pengembang independen (pihak
ketiga), bukan dari Nokia.
Mreke-merek yang tersedia untuk Nokia yang paling banyak
digunakan adalah Griffin. Selain untuk meng-upgrade, Griffin
juga memiliki fitur seperti:
-
Full
Flashing semua type Nokia (DCT3, DCT4, WD2 & DCTL)
-
Rubah
bahasa (full language pack)
-
Memperbaiki Mati Total (jika karena masalah software)
-
Memperbaiki "Contact Service"
-
Memperbaiki "Phone Restricted"
-
Memperbaiki masalah getar dan ringing
-
Memeperbaiki ponsel yang sering mati secara tiba-tiba
-
Memperbaiki LCD (display kosong)
-
Mereset Unlock Code/ Security Code yang unavailable
-
Mereset SP lock/ SIM lock (terjadi pada ponsel built up)
-
Memperbaiki "Bad SP Data"
-
Backup
& Restore data pada HP secara otomatis saat flashing
Selain
Griffin, Prodigy juga cukup dikenal para pelaku service
ponsel. Sayangnya harga perangkat ini terbilang mahal,
sekitar Rp. 3jutaan.
2.
Sony Ericsson
Untuk ponsel Sony Ericsson, perangkat upgrade yang cukup
populer adalah Sony Ericsson Fighter. Sony Ericsson Fighter
ini memiliki fitur seperti:
-
Upgrade & Download semua type Ericsson dan Sony Ericsson
-
Ganti
bahasa
-
Memperbaiki ponsel mati total (karena kerusakan software)
-
Full
rebuild security zone (IMEI, SP data, User Data, dll)
-
Reset
WAP/ kustomisai untuk R520/ T39/ T65/ T68i
-
Reset
internet account (T610/ T616/ T618/ Z600/ Z608, dll)
-
Modifikasi TxPGA trimming pada T610 versi lama
-
Upgrade T300 ke T310 atau downgrade kembali
-
Upgrade T66 ke T600 atau downgrade kembali
-
Upgrade P800 ke P802 atau downgrade kembali
-
Upgrade R380s/sc ke R380e
-
Merubah descriptor pada ponsel
-
Merubah artikel CDA/ version untuk bagian MS
-
Merubah artikel CDA/ version untuk bagian TAE
-
Merubah code netwaork
-
Modifikasi Band Lock
-
Analisa kerusakan status security zone
-
Reparasi full software akibat di flash dengan Terminator
Dongle (4 locks)
-
Kecepatan mencapai 3Mbit/detik
-
Flash
bagian PDA P*00/ P802
-
Backup
AVR flash (GDFS) pada R520/ T39/ T65/ T68/ T20x/ T30x/ T310/
P800
-
Metode
perform multipleAVR/GDFS
-
Metode
perform multiple ARM
-
Reparasi semua masalah Software/ UI pada R520/ T39/ T65
-
Clear
phone lock untuk R520/ T39/ T65/ T68 T20x/ T30x/ T310/ P800
-
Enable/ disable SIM toolkit
-
Reparasi ponsel hang di menu WAP pada R320, dan beberapa
fungsi lainnya.
PROSES UPGRADE
Sebelum melalui proses upgrade, hal-hal yang perlu
diperhatikan adalah sebagai berikut:
-
Persiapkan alat-alat yang diperlukan sesuai dengan ponsel
yang akan Anda upgrade.
-
Hubungkan kabel ke PC dan ke ponsel, dan ponsel harus dalam
keadaan mati, SIM card dan baterei harus dicabut.
-
Buka
program Flasher untuk seri ponsel tertentu pada komputer.
-
Pilih
versi firmware yang diinginkan.
-
Lakukan proses Flash.
-
Tunggu
hingga proses Flashing berlangsung. Yang perlu diingat
ketika tengah melakukan Flash, sebaiknya komputer tidak
menjalankan/membuka program aplikasi lainnya, agar proses
Flashing tidak terganggu.
-
Setelah prose Flash selesai akan muncul pesan "Flash Write
Complete", lepas kabel koneksi.
-
Pasang
kembali batere dan SIM Card.
-
Restart ponsel.
Bagi
Anda yang ingin mencoba melakukan upgrade sendiri, maka
perlu diperhatikan hal-hal berikut:
-
PC
yang digunakan sekurangnya memiliki spesifikasi Pentium III,
RAM 128 MB, memiliki port USB serta CD ROM.
-
Baca
petunjuk penggunaan perangkat upgrade yang Anda beli.
-
Baterai ponsel harus dalam keadaan penuh sebelum melakukan
upgrade.
-
Back
up terlebih dahulu firmware ponsel yang akan di
upgrade.
-
Karena
proses upgrade ini beresiko, lebih baik lagi jika Anda di
pandu oleh orang yang telah berpengalaman.
|